Berita Silampari
MUSI RAWAS- Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pemberdayaan dan kemandirian masyarakat, Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti melaksanakan kegiatan monitoring dan peninjauan terhadap produksi tempe yang dikelola oleh masyarakat di desa binaan. Tujuannya untuk memastikan proses produksi berjalan dengan baik sekaligus memberikan pendampingan guna meningkatkan kualitas dan keberlanjutan usaha masyarakat.
Tim dari Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti melakukan pemantauan langsung ke lokasi produksi untuk melihat tahapan pembuatan tempe, mulai dari pengolahan bahan baku, proses fermentasi, hingga pengemasan produk.
Monitoring ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap perkembangan usaha yang selama ini mendapat pembinaan dari Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, Herdianto melalui Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja), Albert, menyampaikan pentingnya keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat melalui desa binaan.
“Sesuai arahan Kalapas Herdianto, kegiatan monitoring ini merupakan bentuk komitmen Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat. Kami berharap usaha produksi tempe ini dapat terus berkembang, meningkatkan kualitas produk, serta memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat desa binaan,” ujar Albert.
Selain melakukan pemantauan, petugas juga memberikan masukan terkait standar kebersihan produksi, pengemasan produk, serta upaya pengembangan pemasaran agar hasil produksi dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat desa binaan. Warga menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pendampingan yang diberikan oleh Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti dalam membantu mengembangkan usaha produktif yang mereka jalankan.
Melalui kegiatan monitoring ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti terus menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang produktif, mandiri, dan berdaya saing.
Terlepas dari itu, program desa binaan diharapkan dapat menjadi sarana untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta memperkuat sinergi antara Lapas dengan lingkungan sekitar.(Kris)






