Lestarikan Budaya Lokal, Disbudpar Musi Rawas Sukses Gelar Festival Lan Serasan Sekentenan

ADVERTORIAL, MUSI RAWAS2047 Dilihat

Berita Silampari 

MUSI RAWAS- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Musi Rawas (Mura) sukses menggelar Pekan Kebudayaan Daerah Festival Lan Serasan Sekentenan Tahun 2025. Dimana, kegiatan ini sebagai
upaya untuk melestarikan seni dan budaya lokal Mura.

Kepala Disbudpar Mura, H Fatbone Hidayat didampingi Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan, Erwina Yulistianti S.Sn mengatakan, kegiatan Festival Lan Serasan Sekentenan ini 14-15 Oktober di Aula Taman Beregam. Sedangkan, untuk jenis perlombaan yang diadakan yaitu lomba tari kreasi tradisi, lagu daerah Mura, gitar tunggal dan teater.

Dikatakannya, tujuan dilaksanakan festival ini untuk mengangkat tradisi sebagai bagian dari kebudayaan yang ada di Mura, sekaligus upaya melestarikan nilai-nilai budaya yang ada di Mura.

Selain itu, melalui festival ini masyarakat dapat menikmati, merayakan dan menghormati nilai-nilai budaya yg ada di Mura sambil menginspirasi generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan kreatif dan positif seperti sekarang ini.

“Salah satu cara melestarikan budaya daerah adalah dengan mempelajari tarian dan juga alat musik daerah sekitar kita, menggunakan pakaian adat, sesuai dengan acara-acara tertentu dan rutin mengadakan kegiatan lomba atau pentas seni di daerah seperti yang sekarang ini,”paparnya.

Terlepas dari itu, dengan diadakannya Festival Lan Serasan Sekentenan ini diharapkan akan membuat kita tak hanya bisa mengenal lebih dekat kebudayaan di Mura, tapi juga ikut serta melestarikannya. Karena budaya lokal adalah nilai-nilai lokal hasil budidaya masyarakat suatu daerah yang terbentuk secara alami dan diperoleh melalui proses belajar dari waktu ke waktu. Sehingga, sudah kewajiban kita untuk melestarikannya karena budaya lokal dapat berupa hasil seni, tradisi, pola pikir, atau hukum adat.

“Pada dasarnya Festival ini untuk melestarikan seni dan budaya di Mura agar terus berkembang. Sebab, saat ini para generasi muda tidak banyak yang lagi mau memikirkan kesenian daerah, dan telah terkontaminasi dengan budaya-budaya luar,”ungkapnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Mura, H Riza Novianto Gustam menjelaskan, festival ini dilaksanakan sebagai alternatif untuk pelestarian kesenian dan kebudayaan di Mura. Sebab Mura dikenal dengan keberagaman seni dan budaya.

“Di Mura ini, didalamnya banyak suku, jadi keseniannya juga bermacam,”tutur Riza.

Oleh karena itu, ia berharap seluruh peserta agar kiranya betul-betul memanfaatkan moment tersebut untuk memajukan olahraga dan melestarikan kebudayaan daerah. Sehingga masyarakat tertarik untuk berperan aktif. (Kris-ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *