12.250 Ekor Benih Ikan Patin Ditebar di Sungai Perigi Tuah Negeri Musi Rawas

Berita SilampariĀ 

MUSI RAWAS- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) melalui Dinas Perikanan (Diskan) Mura melakukan kegiatan restocking ikan patin di sungai Perigi Kecamatan Tuah Negeri, Rabu (19/11/2025). Dimana, kegiatan restocking atau penebaran benih ikan ini bertujuan untuk menjaga populasi ikan sungai yang ada di wilayah Bumi Lan Serasan Sekentenan.

Benih; Penyerahan benih ikan patin oleh Kabid Pemberdayaan Nelayan Kecil Diskan Mura, Dodi Nurmanto secara simbolis kepada Sekcam Tuah Negeri dan disaksikan Kades Dharma Sakti serta Jaya Tunggal untuk kegiatan restocking ikan patin di sungai Perigi Kecamatan Tuah Negeri, Rabu (19/11/2025).

 

Kepala Diskan Kabupaten Mura, Drh M Nasir melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Nelayan Kecil, Dodi Nurmanto mengatakan sebanyak 12.250 benih ikan patin yang ditebar di sungai perigi.

“Kita berharap populasi ikan patin sungai itu terus terjaga,”kata Dodi kepada beritasilampari.com, Kamis (20/11/2025).

Dikatakannya, tujuan restocking ini untuk meningkatkan stock populasi ikan, menjaga keseimbangan dan keanekaragaman ekosistem perairan serta untuk ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini merupakan upaya konservasi untuk memulihkan populasi ikan yang menurun. Dimana, restocking merupakan kegiatan menebar benih ikan berukuran kecil (fry atau fingerling) ke perairan yang telah disiapkan sebelumnya.

“Sebagaimana kita ketahui, populasi ikan patin sungai ini kan menurun saat ini jadi perlu kita tingkatkan lagi,” sebutnya.

Mantan Kabid Perizinan pada Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Mura ini bahwa penurunan populasi ikan patin sungai tersebut akibat adanya kegiatan ilegal fishing, seperti, menyetrum, racun dan bentuk ilegal fishing lainnya.

Kemudian, kegiatan ini tidak hanya ditujukan untuk budidaya komersial, tetapi juga untuk pemulihan stok ikan di habitat alami yang mengalami penurunan populasi.

“Ini tidak hanya bermanfaat dari segi ekologi, tetapi juga menjadi bentuk perhatian kita terhadap keberlangsungan ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari sektor perikanan,”paparnya.

Terlepas dari itu, dirinya menghimbau agar masyarakat tidak lagi menangkap ikan menggunakan alat yang tidak ramah lingkungan seperti, putas, setrum dan lain sebagainya untuk menjaga ekosistem ikan di sungai. (Kris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *