Warga Keluhkan Jalan Lubuk Besar-Jayaloka Tertutup Rumput dan Rawan Kecelakaan

MUSI RAWAS1017 Dilihat

Berita Silampari 

MUSI RAWAS- Jalan penghubung antara Desa Lubuk Besar Kecamatan TPK menuju Kecamatan Jayaloka Kabupaten Musi Rawas (Mura) dan sebaliknya rawan kecelakaan. Pasalnya, ruas jalan yang menghubungkan dua Kecamatan ini hampir ditutupi rumput di kedua sisinya dan menghalangi pandangan pengendara.

Salah satu pengguna jalan meminta perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura melalui Dinas Pengerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Mura untuk pembersihan kedua sisi jalan tersebut.

“Jalan menghubungkan antara Lubuk Besar dan Jayaloka sudah sangat rawan kecelakaan. Sebab, rumput-rumput hampir memenuhi semua ruas jalan. Ini sangat berbahaya bagi pengguna jalan baik mobil maupun motor,”kata Leo kepada beritasilampar.com, Rabu (10/6/2026).

Dikatakannya, bahwa akses jalan tersebut menjadi urat nadi aktivitas warga tersebut kini mengalami penyempitan parah akibat rimbunnya rerumputan dan tanaman liar yang dibiarkan tumbuh tak terkendali di sepanjang bahu jalan.

​Menurutnya, tanaman liar tersebut telah memakan badan jalan bervariasi antara 0,5 hingga mencapai 1 meter. Kondisi ini otomatis memangkas lebar jalan utama dan memaksa kendaraan untuk lebih bergeser ke tengah dan mengancam keselamatan roda dua dan roda empat.

Kemudian, ​penyempitan ini dinilai sangat membahayakan, baik bagi pengendara roda dua maupun roda empat. Pengendara mobil kerap kali harus memperlambat laju kendaraan secara mendadak atau bahkan mengalah hingga berhenti saat berpapasan dengan kendaraan lain dari arah berlawanan.

​Sementara itu, bagi pengendara sepeda motor, risikonya jauh lebih besar. Selain ruang gerak yang semakin sempit, rimbunnya tanaman juga menutup jarak pandang (blind spot), terutama di area tikungan. Jalur yang menyempit ini rawan memicu senggolan antar-kendaraan atau memaksa pengendara motor terjatuh karena terperosok ke semak-semak saat berusaha menghindari kendaraan besar.

​”Kalau malam lebih ngeri lagi karena minim penerangan. Kita sering kaget tiba-tiba ada motor dari depan karena jalannya menyempit kemakan rumput. Kalau tidak gesit menghindar, bisa tabrakan adu kambing,”ujar Roichan salah satu pengendara yang kerap melintas.

​Terlepas dari itu, warga mendesak agar Pemkab Mura dapat segera turun tangan. Sebab, masyarakat menilai pembiaran ini terkesan mengabaikan keselamatan publik. Apalagi, hingga saat ini belum ada upaya pembersihan secara menyeluruh dari instansi terkait.

“Kami minta DPUBM Mura dapat segera turun ke lapangan untuk melakukan pembabatan tanaman liar tersebut sebelum memakan korban jiwa,”cetusnya. (Kris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *