Berita Silampari
MUSI RAWAS- Frustasi karena himpitan ekonomi keluarga, diduga jadi alasan Dewi Safitri (27) Ibu Rumah Tangga (IRT) di Desa T2 Purwakarya Kecamatan Purwodadi Kabupaten Musi Rawas (Mura) mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Minggu 26 April 2026.
Kapolsek Purwodadi AKP Herdiansyah menjelaskan, jenazah ibu dua anak ini pertama kali ditemukan oleh ibunya sendiri. Saat itu ibunya yang kebetulan tinggal disebelah rumah Dewi mendengar cucu keduanya yang berusia 14 bulan menangis di area dapur.
Ia pun mengecek ke dapur dan terkejut melihat korban sudah tergantung diruang dapur dibagian tiang kayu balok plafon rumah. Sementara anak kedua Dewi dibawah jenazah ibunya sambil menangis.
“Melihat anaknya sudah tergantung, ibu korban langsung memanggil Andi, suami Dewi yang sedang tidur di kamar. Andi pun langsung keluar dari kamar dan menurunkan tubuh istrinya yang tergantung dengan tali tambang menggunakan pisau,”ungkap Kapolsek dikutip dari KORANLINGGAUPOS.ID, Minggu (26/4/2026).
Lalu dibantu warga dan pihak keluarga langsung membawa korban ke Puskesmas O Mangunharjo. Kondisi korban tidak di temukan tanda- tanda kekerasan hanya bekas tali jeratan dileher, sehingga diduga korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
“Menurut keterangan korban, dikarenakan faktor ekonomi, korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Karena kesulitan ekonomi mengakibatkan korban tidak kuat menjalani hidup dan mengambil jalan pintas dengan cara bunuh diri,”tegas Kapolsek.
Sebelumnya lanjut Kapolsek, keterangan keluarga Dewi dan suami diketahui sering cekcok karena faktor ekonomi. Suaminya juga sering pulang malam.
“Hal ini diduga jadi pemicu membuat korban nekat mengakhiri hidupnya. Dewi ini diketahui punya 2 anak, pertama usia 8 tahun dan saat kejadian sedang bermain diluar, sementara anak kedua berusia 14 bulan,”ungkap Kapolsek.
Pihak keluarga tambah Kapolsek, menolak untuk dilakukan otopsi karena anak korban dan keluarga besar mengetahui kondisi Dewi yang memang sudah frustasi karena masalah faktor ekonomi dan orang tua korban serta keluarga besar menyampaikan menerima dengan ikhlas kematian korban. Selanjutnya keluarga korban dan pemerintah desa setempat membuat surat pernyataan.
Sebelumnya, warga setempat, Eka juga menyebutkan sebelum kejadian, korban diduga tengah menghadapi persoalan dalam rumah tangganya. Pada malam sebelum peristiwa hingga pagi harinya, korban dikabarkan sempat terlibat cekcok dengan suaminya.
Diduga, tekanan emosional akibat permasalahan tersebut menjadi salah satu faktor yang memicu korban mengambil keputusan tragis tersebut.
Sebelum kejadian korban sempat beraktivitas seperti biasa. Pagi harinya, korban diketahui sempat menyusul ayahnya ke sawah. Setelah itu, ia pulang ke rumah dengan rencana memasak sayur kangkung. (Kris)






