Bupati Muara Enim Bersama Asisten II dan Pejabat Disdik Terjaring OTT KPK

SUMSEL2712 Dilihat

Berita Silampari 

MUARA ENIM- Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Muara Enim terus berkembang.

Tidak hanya Bupati Muara Enim, Edison, penyidik lembaga antirasuah juga mengamankan sembilan orang lainnya dalam operasi yang berlangsung di Sumatera Selatan dan Jakarta.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa total terdapat 10 orang yang diamankan dalam kegiatan penyelidikan tertutup tersebut.

“Tim mengamankan sepuluh orang di wilayah Jakarta dan Sumatera Selatan. Lima orang dari Unsur Pemkab Muara Enim, salah satunya Bupati. Kemudian lima orang lainnya dari pihak swasta,” ujar Budi.

Menurutnya, seluruh pihak yang diamankan saat ini sedang dalam perjalanan menuju Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Gedung KPK.

Sebelumnya, kabar diamankannya Bupati Muara Enim, Edison, telah dikonfirmasi langsung oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto.

“Benar, kata Fitroh saat dikonfirmasi mengenai keterlibatan Edison dalam OTT tersebut.

Namun, Fitroh belum menjelaskan secara rinci perkara yang sedang ditangani karena tim penindakan masih bekerja di lapangan melakukan pendalaman dan pengumpulan alat bukti.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Edison diamankan penyidik KPK setelah memimpin apel pagi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim.

“Setelah apel beliau ada kegiatan di balai, di sana beliau diamankan,” ujar sumber yang enggan disebutkan identitasnya.

Sumber tersebut juga menyebutkan bahwa sebelum diterbangkan ke Jakarta, Edison bersama Rusdi yang menjabat sebagai Asisten Il Setda Muara Enim sempat dibawa ke Mapolres Muara Enim saat penyidik melakukan serangkaian penggeledahan.

Selain melakukan OTT, KPK juga dikabarkan melakukan penggeledahan di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Muara Enim.

Beberapa ruangan di kompleks perkantoran tersebut bahkan disebut telah dipasangi stiker pengawasan KPK. Dari foto yang beredar, terlihat sejumlah ruangan disegel dengan tanda bahwa area tersebut berada dalam pengawasan penyidik KPK.

Informasi yang beredar menyebutkan penggeledahan itu berkaitan dengan diamankannya sejumlah pejabat di lingkungan Disdikbud Muara Enim.

Sumber lain menyebut dua pejabat yang diduga berasal dari lingkungan Dinas Pendidikan telah diamankan sejak Minggu (7/6/2026) malam dan dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan.

Meski demikian, hingga saat ini KPK belum mengumumkan identitas resmi seluruh pihak yang diamankan maupun perkara yang menjadi dasar pelaksanaan OTT tersebut.

KPK memiliki waktu maksimal 1 x 24 jam sejak penangkapan untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan sebelum menyampaikan hasil resmi operasi tersebut kepada publik. (Kris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *