Jelang Nataru, Harga Cabai Melonjak Naik

MUSI RAWAS91 Dilihat

Berita Silampari 

MUSI RAWAS- Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Harga komoditas cabai khususnya di Pasar B Srikaton Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas (Mura) mulai mengalami kenaikan.

Bahkan kenaikan yang terjadi saat ini cukup tinggi. Hal itu dikarenakan naiknya permintaan dari masyarakat, dan kurangnya stok di pedagang.

Hasil pantauan di Pasar B Srikaton, harga cabai rawit hijau naik dari Rp30.000 per kilogramnya menjadi Rp45.000 per kilogramnya, atau naik Rp15.000 per kilogramnya.

Kemudian harga cabai rawit merah atau cabai setan juga naik dari Rp40.000 menjadi Rp60.000 per kilogramnya atau naik Rp20.000 per kilogramnya.

Selanjutnya harga cabai merah besar keriting juga naik dari Rp60.000 menjadi Rp80.000 per kilogramnya, atau naik Rp20.000 per kilogramnya.

Menurut sejumlah pedagang cabai di Pasar B Srikaton, kenaikan komoditas cabai di Tugumulyo sudah terjadi sejak beberapa Minggu terkahir.

Disampaikan Ira, salah seorang pedagang cabai di Pasar B Srikaton mengatakan, harga cabai di tingkat pedagang saat ini sudah mengalami kenaikan sejak beberapa minggu terkahir.

“Naik, sudah beberapa minggu ini, harga cabai naik,”kata Ira, Selasa (2/12/2025).

Dikatakannya, harga cabai merah besar keriting naik dari Rp60.000 menjadi Rp80.000, cabai rawit hijau juga dari dar Rp30.000 menjadi Rp35.000 dan cabai setan juga naik dari Rp40.000 menjadi Rp60.000.

“Naiknya cukup tinggi bahkan mencapai Rp20.000 per kilogramnya untuk cabai rawit merah dan cabai merah besar keriting,” jelasnya.

Menurutnya, kenaikan yang terjadi tidak sekaligus, melainkan berangsur-angsur, mulai dari naik Rp2.000, kemudian Rp5.000 per kilogramnya.

“Naiknya itu guyur, tidak sekaligus naik Rp20.000 per kilogramnya. Sehari kadang naik Rp2.000, kemudian naik lagi Rp5.000 dan naik lagi Rp10.000. Pokoknya berangsur naiknya,” ungkapnya.

Dia mengaku tak mengetahui secara pasti penyebab kenaikan harga cabai di tingkat petani. Sebab, untuk stok saat ini memang sedikit berkurang dari biasanya.

“Tidak tahu pasti naiknya karena apa, karena kami ambil di distributor naik, jadi kami jualnya juga naik,” tegasnya.

“Memang kalau untuk stok sendiri saat ini, sedikit berkurang dari biasanya. Kalau untuk permintaan masih relatif stabil seperti biasanya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasi Distributor Pangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Musi Rawas, Armansyah mengaku, memang saat ini harga cabai mengalami kenaikan.

“Iya, memang naik, hasil pantauan kami di lapangan harga cabai juga naik, khususnya cabai merah besar keriting,” kata Arman.

Dikatakannya, kenaikan tersebut dikarenakan stok di tingkat pedagang yang sedikit. Sebab, saat ini pasokan cabai di pedagang di Musi Rawas adalah dari petani lokal.

“Stoknya kurang, karena cabai kita sedang diserang penyakit. Saat ini pasokan cabai di Musi Rawas ini hanya dari petani lokal kita saja,” ungkapnya.

Sedangkan untuk cabai dari wilayah Curup, Arman mengaku, saat ini belum masuk dan terhambat, karena faktor cuaca. Namun, jika nanti pasokan cabai di Curup masuk, maka biasanya harga cabai akan kembali normal.

“Cabai dari Curup banyak belum masuk, masih terhambat. Nanti kalau masuk, harga cabai bisa normal,”pungkasnya.(Kris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *