Berita Silampari
MUSI RAWAS- Jembatan Perintis Garuda Merah Putih di Desa Campursari Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Musi Rawas (Mura) rusak dan strukturnya patah.
Kondisi itu terjadi, usai jembatan tersebut dilalui oleh kendaraan jenis mobil Tronton dengan muatan Excavator dengan tonase mencapai 36 ton pada Kamis, 25 September 2026 malam sekira pukul 22.00 Wib.
Menindaklanjuti kerusakan jembatan yang baru berusia kurang lebih 1,5 bulan tersebut. Dandim 0406/Lubuklinggau, Letkol Inf Danny Steven Surbakti turun langsung mengecek jembatan pada Jumat (25/9/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Dandim juga bertemu langsung pemilik kendaraan Tronton bermuatan Excavator yang melintasi jembatan tersebut hingga mengakibatkan jembatan rusak.
Akibat kerusakan itu, saat ini jembatan tersebut ditutup sementara waktu dan untuk kendaraan yang melintas termasuk pelajar kini harus melewati jembatan yang kondisinya cukup memprihatinkan dan membahayakan.
Dandim 0406/Lubuklinggau, Letkol Inf Danny Steven Surbakti mengatakan, kendatannya ke Jembatan Perintis Garuda di Desa Campursari untuk melihat jembatan yang rusak akibat dilalui kendaraan dengan tonase 36 ton.
“Semalam jembatan ini dilalui oleh seorang warga bernama Fauzi, yang membawa kendaraan Tronton yang diatasnya membawa Excavator PC200 dengan tonase mencapai 36 ton, sehingga jembatan mengalami keretakan struktur nya,” kata Dandim kepada awak media, Jumat (25/9/2026).
Dikatakan Dandim, per 12 Agustus 2026, pihak Kodim 0406/Lubuklinggau dan Pemda Musi Rawas sudah melaksanakan berita acara serah terima jembatan dan di tanggal yang sama jembatan ini sudah dilalui oleh kendaraan roda 2, roda empat termasuk pelajar sering melintasi jembatan ini.
Kemudian, maksud jembatan Perintis Garuda Merah Putih ini dibangun, karena melihat kondisi jembatan lama yang ada disampingnya ini sudah sangat memprihatinkan dan membahayakan saat dilewati.
“Bahkan tadi ada sepeda motor yang lewat mengalami slip dan terjatuh. Itulah, kami menginisiasi pembangunan jembatan Perintis Garuda Merah Putih ini agar dapat memfasilitasi aktivitas dan kegiatan masyarakat,” ungkap Dandim.
Dengan adanya kejadian ini, Dandim menegaskan dari pihak Kodim 0406/Lubuklinggau akan segera memperbaiki kerusakan struktur jembatan.
“Himbauan- himbauan juga kami sudah laksanakan, tanda larangan untuk batas tonase sudah kami pasang, tapi karena ada kelalaian yang dilakukan oleh salah satu warga kita,” jelas Dandim.
Ditambahkan Dandim, dengan kejadian ini memberikan kita pelajaran bahwa dalam menggunakan fasilitas umum itu ada aturan-aturannya yang harus ditaati, karena apabila jembatan ini dilalui lebih dari batas maksimum tonase, maka jembatan ini tidak akan kuat.
“Hari ini juga kita upayakan untuk diperbaiki, dan untuk sementara waktu jembatan kita tutup dan tidak diperbolehkan dilalui,” ungkap Dandim.
Dandim juga menghimbau kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan kendaraan dan mengetahui aturan-aturan menggunakan fasilitas umum, khususnyany jembatan, agar jembatan ini bermanfaat lebih lama untuk aktivitas dan kehidupan sehari-hari.
“Kepada warga yang mengakibatkan kerusakan jembatan sudah kami ingatkan agar tidak mengulanginya lagi, karena jembatan dengan tonase 36 ton itu sangat besar dan tidak umum melewati jembatan perintis ini, sehingga harus mencari jalan alternatif lainnya,” kata Dandim.
Sementara itu, Fauzi warga SP2 pemilik Tronton muatan Excavator yang mengakibatkan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih rusak mengakui kesalahannya.
Dia mengaku, melintasi jembatan pada Kamis, 24 September 2026 malam sekira pukul 22.00 Wib, dengan tujuan hendak ke Sp.6 Desa Marga Puspita.
“Semalam, tujuan mau ke SP6. Karena dalam keadaan malam dan lihat dengan melewati jembatan ini bisa memangkas jarak yang cukup cepat, maka saya melewati jembatan ini,” katanya.
Dengan kejadian ini, Fauzi meminta maaf kepada keluarga besar Kodim dan warga, akibat perbuatannya jembatan kini rusak dan harus ditutup sementara waktu
“Sebenarnya sudah tahu, kalau jembatan ini batas maksimalnya hanya 13 ton, tapi karena jaraknya lebih dekat kalau lewat sini, jadi terpaksa harus lewat jembatan ini,”pungkasnya. (Kris)






