Geliat Pertanian di Musi Rawas Membanggakan, Luas Panen dan Produksi Padi Meningkat

ADVERTORIAL, MUSI RAWAS1931 Dilihat

Berita Silampari 

MUSI RAWAS- Kabupaten Musi Rawas (Mura) mencatatkan pertumbuhan yang positif di sektor pertanian padi sepanjang tahun 2025. Dimana, untuk luas panen dan produksi padi di Mura meningkat signifikan

Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (DTPHNAK) Kabupaten Mura, Ir Hayatun Nopfrida melalui Sekretaris Anandhito Hanung Nugroho mengatakan bahwa berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), wilayah ini mengalami peningkatan yang cukup berarti, baik dari sisi luas lahan yang dipanen maupun jumlah produksi yang dihasilkan.

Dikatakannya, peningkatan untuk luas panen sepanjang tahun 2025, luas panen padi di Mura mencapai 23.717 hektar. Dimana, angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 19,19 persen atau bertambah sebanyak 3.818 hektar dibandingkan dengan luas panen tahun 2024 yang tercatat sebesar 19.899 hektar.

Menurut Mantan Sekretaris Bappeda Mura ini bahwa teen positif ini diprediksi akan terus berlanjut hingga awal tahun 2026. Sebab, potensi luas panen pada periode Januari−Maret 2026 diperkirakan mencapai 4.522 hektar, meningkat 18,56 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2025.

 

Pria menggunakan kaca mata ini melanjutkan bahwa lonjakan Produksi Padi (GKG) sejalan dengan bertambahnya luas panen, produksi padi di Mura juga mengalami kenaikan yang menggembirakan. Dimana, produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) di tahun 2025 terkumpul sebanyak 144.097 ton.

Ia menambahkan, capaian tersebut mengalami kenaikan sebesar 28.021 ton GKG atau tumbuh 24,14 persen dibandingkan produksi tahun 2024 yang sebesar 116.076 ton GKG.

Kemudian, untuk periode Januari-Maret 2026, potensi produksi padi di Mura juga diproyeksikan meningkat sebesar 15,95 persen menjadi 26.600 ton GKG. Dimana,
Produksi beras untuk konsumsi kenaikan produksi gabah ini memberikan kontribusi langsung terhadap ketersediaan pangan di daerah tersebut.

Selanjutnya, jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi penduduk, produksi beras di Mura pada tahun 2025 mencapai 82.749 ton. Angka ini meningkat signifikan dari tahun 2024 yang memproduksi 66.657 ton beras, yang berarti terdapat tambahan produksi sebesar 16.091 ton beras (24,14 persen). Sedangkan, potensi produksi beras pada tiga bulan pertama tahun 2026 diperkirakan akan mencapai 15.275 ton.

Terlepas dari itu, keberhasilan peningkatan produktivitas ini menempatkan Mura sebagai salah satu Kabupaten di Sumatera Selatan yang memberikan andil dalam surplus produksi padi Provinsi di tahun 2025 Peningkatan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah serta meningkatkan kesejahteraan petani di Mura. (Kris-ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *