Berita Silampari
MUSI RAWAS- Aliansi Peduli Sopiah menggelar aksi damai pada Kamis (2/4/2026) sebagai bentuk desakan kepada aparat penegak hukum dan pihak terkait untuk segera mengungkap kasus pembunuhan almarhumah Sopiah.
Aksi tersebut dipusatkan di depan Kantor DPRD Kabupaten Mura dan dilanjutkan ke Mapolres Mura. Dalam aksi itu, massa membawa berbagai atribut seperti pengeras suara, spanduk, bendera, serta selebaran, sambil menyampaikan orasi secara terbuka.
Koordinator aksi, Joni Farles menegaskan bahwa aksi digelar karena hingga saat ini pelaku dugaan pembunuhan Sopiah, warga Desa Sungai Pinang, Kecamatan Muara Lakitan, belum berhasil diungkap. Diketahui, peristiwa tersebut terjadi di wilayah Kabupaten Kepahiang.
Dalam aksinya, massa menyampaikan sejumlah tuntutan diantaranya mendesak DPRD Mura untuk memanggil pihak kepolisian dari Polres Mura dan Kepahiang guna mempertanyakan perkembangan penanganan kasus.
Selain itu, mereka juga meminta DPRD membentuk tim khusus untuk mendorong percepatan pengungkapan pelaku.
Tak hanya itu, massa juga mendesak DPRD agar tidak menutup mata terhadap kasus tersebut. Bahkan, mereka meminta Kapolres Mura dan Kasat Reskrim mundur dari jabatannya apabila dinilai tidak mampu mengungkap kasus pembunuhan tersebut.
Menanggapi aksi tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Musi Rawas, Firdaus Cik Olah (FCO), tampak emosional saat menyambut kedatangan para pendemo di gedung DPRD Mura. Ia bahkan sempat menangis ketika massa menyuarakan tuntutan mereka.
Ungkapan emosional itu muncul saat pendemo mendesaknya agar lebih peduli terhadap kasus kematian Sopiah.
“Ketika kalian menyebut nama Sopiah, saya ini sedih. Sopiah itu keponakan saya. Saya lebih peduli terhadap kejadian ini, dan ini aib keluarga kami,” ujar Firdaus dengan suara bergetar.
Ia menegaskan bahwa anggapan dirinya tidak peduli terhadap kasus tersebut adalah tidak benar. Menurutnya, selama ini ia memilih bekerja secara tenang dan mempercayai proses hukum yang sedang berjalan.
“Cara kerja saya silent, dan sepenuhnya mempercayai kinerja pihak kepolisian untuk mengungkap kasus ini. Saya juga sudah berkoordinasi dengan Direskrimum Polda Bengkulu agar secara terus menerus mengenai perkembangan kasus ini,” katanya dengan raut wajah memerah menahan emosi.
Firdaus menjelaskan, dalam proses pengungkapan kasus terdapat hal-hal yang tidak dapat dipublikasikan karena menyangkut kinerja penyelidikan pihak kepolisian. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung proses hukum yang sedang berlangsung.
Ia berharap dukungan dari semua pihak agar tidak terjadi gejolak di masyarakat dan proses penanganan kasus dapat berjalan lancar hingga tuntas.
“Jika memang peduli, mari kita bersama-sama mendukung agar kasus ini segera terungkap,”tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Kabupaten Mura, AKBP Agung Adhitya Prananta yang turut menyambut massa aksi menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya maksimal dalam membantu pengungkapan kasus tersebut.
“Atas nama Polres, kami turut berduka. Kegiatan penyelidikan Polres Kepahiang selalu berkoordinasi dengan kami,”ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah langkah telah dilakukan, di antaranya berkoordinasi dengan satuan Reskrim dan Polsek jajaran, serta melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan pihak-pihak yang dibutuhkan keterangannya, termasuk melalui penelusuran digital.
“Dari pemeriksaan saksi dan pihak yang dibutuhkan, termasuk melalui ITE, sudah kami lakukan. Mohon doa agar kasus ini bisa segera terbuka,”katanya.
Kapolres menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam dan terus berkoordinasi intensif dengan Polres Kepahiang. Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas wilayah.
“Intinya kami peduli. Kami harapkan kita bersama-sama menjaga Mura. Kami tidak menutup mata, namun proses penyelidikan harus dimulai dari tempat kejadian perkara,”tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa pihaknya siap menindak oknum apabila ditemukan adanya keterlibatan, serta terus memberikan dukungan penuh kepada Polres Kepahiang dalam pengungkapan kasus tersebut.
“Kami selalu siap. Kepada oknum akan kami tindak. Kami juga membackup Polres Kepahiang,”pungkasnya. (Kris)






