4 Anggota DPRD Musi Rawas Dapil IV Kompak Hadiri Musrenbang RKPD di Muara Kelingi

Berita Silampari 

MUSI RAWAS- 4 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Daerah Pemilihan (Dapil) IV terdiri dari Waka Ketua II, Yani Yandika dari Fraksi Partai Gerindra, Alamsyah A Manan dari Fraksi Partai Demokrat, Idham Tarmizi dari Fraksi Partai PAN dan Hj Herlina Efendi dari Fraksi Partai Golkar kompak menghadiri acara Musyawarah Rencana Pembangunan Daerah (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Mura tingkat Kecamatan Muara Kelingi Tahun 2027.

Kehadiran ke-4 Anggota DPRD ini guna memastikan sekaligus mengawal usulan masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura untuk nantinya bisa direaliasikan pembangunannya.

Hj Herlina Efendi menegaskan bahwa pokok pikiran DPRD merupakan hasil penjaringan aspirasi masyarakat melalui kegiatan reses yang telah dilaksanakannya di berbagai desa. Dari reses tersebut, terdapat sejumlah isu prioritas yang dinilai perlu mendapat perhatian serius pemerintah daerah.

“Beberapa hal mendesak yang kami catat antara lain peningkatan dan pemerataan infrastruktur dasar, khususnya jalan desa, irigasi, air bersih, dan listrik,”kata Elin.

Selain infrastruktur, Politikus Partai Golongan Karya (Golkar) ini juga menekankan pentingnya penguatan sektor ekonomi kerakyatan. Menurutnya, sektor pertanian, perikanan, dan UMKM harus menjadi fokus utama agar pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat dari tingkat bawah.

Selain itu, ia juga menyoroti perlunya peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan, termasuk pemerataan tenaga pendidik dan tenaga medis di wilayah Kecamatan Muara Kelingi dan sekitarnya.

Tak kalah penting, Legislator dari dapil Kecamatan Tuah Negeri dan Muara Kelingi itu menyinggung selama ini tidak hanya menampung aspirasi usulan pembangunan fisik. Tapi permasalahan lain yang dihadapi masyarakat akan menjadi perhatian untuk dibahas bersama-sama di DPRD Kabupaten Mura.

Elin menutup dengan menegaskan bahwa aspirasi yang disampaikan bukan sekadar catatan politik DPRD, melainkan suara rakyat Mura yang harus diterjemahkan secara sungguh-sungguh dalam proses perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah.(Kris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *