Respon Jalan Rusak Parah di 2 Desa Muara Lakitan, Pemkab Musi Rawas Minta PT MHP Lakukan Perbaikan

MUSI RAWAS457 Dilihat

Berita Silampari 

MUSI RAWAS- Pasca masyarakat di 2 Desa Muara Lakitan yang terancam kelaparan akibat jalan di kawasan hutan rusak parah dan membuat terisolir direspon Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura). Bahkan, PT Musi Hutan Persada (MHP) yang menjadi perusahaan mengelola hutan kawasan agar membantu perbaikan jalan yang dikeluhkan masyarakat di 2 Desa tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mura, Ali Sadikin mengatakan bahwa untuk jalan di Desa Sindang Laya dan Mukti Karya yang menjadi akses warga sehari-hari untuk keluar masuk Desa tengah rusak berat berada di dalam kawasan hutan. Sehingga, dengan kondisi ini perbaikannya tidak bisa menggunakan anggaran negara.

“Memang jalan itu masuk kawasan hutan, jadi Pemkab Mura tidak bisa melakukan perbaikan. Ditambah lagi kini tengah musim hujan jadi jalan tersebut kondisinya demikian dan semakin rusak,”kata Sekda kepada beritasilampari.com, Selasa (6/1/2026).

Dikatakannya, dengan tidak bisanya dibangun menggunakan dari anggaran negara. Maka Pemkab Mura mencari solusi dengan meminta PT MHP sebagai perusahaan yang mengelola kawasan hutan tersebut sesegera mungkin dilakukan perbaikan.

“Sudah kita koordinasikan dengan PT MHP dan mereka sudah melaporkan ke pimpinannya untuk minta persetujuan. Sehingga, kita berharap secepatnya diperbaiki atau dilakukan pengerasan agar jalan itu bisa dilalui warga di 2 Desa tersebut,”terangnya.

Hanya saja, sembari menunggu jalan itu diperbaiki atau dilakukan pengerasan. Maka Pemkab Mura telah meminta agar PT MHP membantu warga dalam mendapatkan pasokan sembako agar tidak terjadi kelangkaan pangan terhadap masyarakat di Desa Sindang Laya dan Mukti Karya.

Selain itu, PT MHP juga harus mensiagakan alat berat untuk membantu kendaraan masyarakat keluar masuk desa ketika terjebak atau tepanter atau terjebak. Terutama di spot-spot yang rusak parah ketika mengangkut hasil pertanian baik getah karet dan tandan buah segar (TBS) sawit serta membeli bahan pokok sehari-hari. (Kris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *