Berita Silampari
MUSI RAWAS- Sejak 1 bulan terakhir dua Desa yang berada di Kecamatan Muara Lakitan tepatnya Desa Sindang Laya dan Mukti Karya terisolir. Bahkan, masyarakat 2 Desa tersebut kesulitan untuk mendapatkan atau membeli bahan pokok karena tidak bisa keluar masuk Desa karena jalan yang rusak berat.
“Sudah 1 bulan ini kami kesulitan untuk keluar masuk Desa karena akses jalan kami rusak berat,”keluh Kepala Desa (Kades) Sindang Laya, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas (Mura), Tarius Tamrin saat diwawancarai beritasilampari.com, Senin (5/1/2026).
Diceritakannya, untuk saat ini warga kesulitan untuk mendapatkan bahan pokok. Bahkan, walaupun ada namun harganya tidak sesuai lagi karena sangat mahal dan terkadang ada harga tapi tidak ada barangnya.
“Bagaimana tidak mahal, ongkos untuk keluar Desa ini sangat mahal. Bahkan, untuk harga gas elpiji 3 Kilogram saja Rp80 ribu per tabung. Itupun barangnya tidak ada, karena ada harganya saja,”lirihnya.
Menurutnya, Pemdes Sindang Laya sudah berulang kali mengajukan profosal ke PT Musi Hutan Persada (MHP) untuk dilakukan pengerasan. Sebab, perusahaan ini yang beroperasi di wilayah kawasan hutan dan melintasi jalan yang dilintasi warga merupakan kawasan hutan. Namun, kendati begitu hingga saat ini belum direalisasikan. Padahal, sebelumnya pihak perusahaan sudah pernah menjanjikan akan melakukan pengerasan saat musim kemarau tahun lalu. Sehingga, ia memohon kepada Bupati untuk meminta bantuan agar mendesak perusahaan tersebut melakukan pengerasan.
“Pernah tahun lalu di skrab atau pengerjaan jalan dengan cara meratakan permukaan tanah dan bukan pengerasan. Sehingga, tambah rusak parah,”cetusnya.
Terlepas dari itu, dirinya berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura yakni Bupati Hj Ratna Machmud mendesak PT MHP agar jalan yang dilalui atau dilintasi dilakukan pengerasan. Sebab, kalau kondisi ini terus dibiarkan bukan tidak mungkin 700 jiwa di Sindang Laya akan kelaparan karena tidak bisa keluar masuk desa.
Senada disampaikan, Kades Mukti Karya, Kecamatan Muara Lakitan, Mulyadi didampingi Ketua BPD Mukti Karya, Edi Sabran mohon kepada Bupati Hj Ratna Machmud memperhatikan kondisi warga Desa Sindang Laya dan Mukti Karya yang saat ini tengah terisolir. Bahkan, diakuinya warga saat sangat mengeluh karena kesulitan mendapatkan sembako untuk sehari-hari.
“Tolonglah ibu Bupati Hj Ratna Machmud masyarakat kami terancam kelaparan kalau jalan ini tidak ada perbaikan atau pengerasan. Sebab, untuk keluar masuk desa kami harus menginap dijalan karena mobil atau motor terpater atau terjebak akibat jalan yang rusak parah,”keluh Mulyadi didampingi Edi.
Selain itu, hasil pertanian masyarakat terutama tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dan karet tidak bisa dijual karena akses jalan yang rusak. Sehingga, buah sawit busuk dan tidak bisa dijual hingga membuat petani merugi.
Terlepas dari itu, saat ini masyarakat sangat kesal dengan PT MHP yang dianggap tidak peduli dengan masyarakat Desa Mukti Karya dan Sindang Laya dengan melakukan pengerasan jalan yang kondisinya tanah merah dan rusak parah. Bahkan, pernah terjadi warga Desanya sakit dan meninggal dunia karena tidak bisa berobat atau dibawa ke Rumah Sakit (RS). Sehingga, kalau kondisi ini terus dibiarkan masyarakat 2 Desa akan melakukan pemortalan jalan yang dilintasi pihak perusahaan.
“Kasihanilah kami ibu Bupati masyarakat yang berada di dalam kawasan HTI. Terutama warga Desa Sindang Laya dan Mukti Karya. Kami butuh untuk makan Bu bukan untuk kekayaan, jadi mohon bantu kami ibu Bupati Hj Ratna Machmud,”tutupnya dengan mata berkaca-kaca. (Kris)






