Dorong Pembangunan Berkelanjutan, 11 Desa di Tuah Negeri Gelar Konsolidasi SDGs Desa

KECAMATAN, TUAH NEGERI2156 Dilihat

Berita Silampari 

MUSI RAWAS- Sedikitnya 11 Desa di Kecamatan Tuah Negeri menggelar
Konsolidasi Sustainable Development Goals (SDGs). Tujuannya untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

Camat Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Musi Rawas (Mura), Achmad Charles didampingi Kasi PMD, Begjaya mengatakan bahwa setidaknya 11 Desa di Tuah Negeri mengikuti konsolidasi SDGs.

Dikatakannya, kegiatan ini merupakan pembaruan dan verifikasi data desa secara berkala untuk memastikan akurasi dan relevansi data pembangunan berkelanjutan, yang menjadi dasar perencanaan pembangunan desa.

Menurutnya, dalam konsolidasi ini setidaknya ada 9 hal yang menjadi sasaran antara lain, Tanpa Kemiskinan, Kelaparan, Kehidupan Sehat dan Sejahtera, Pendidikan Berkualitas.

Selanjutnya, tanpa Kesetaraan Gender, Air Bersih dan Sanitasi Layak, Energi Bersih dan Terjangkau, Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta Industri, Inovasi dan Infrastruktur.

Kemudian, dalam proses ini melibatkan data dari berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, dan dilakukan melalui musyawarah desa khusus (Musdessus) untuk menetapkan data baru, mengevaluasi data lama, serta menyusun rencana tindak lanjut.

Ia menambahkan, tujuan konsolidasi data SDGs Desa untuk memastikan keakuratan data yang selalu diperbarui dan divalidasi penting agar program pembangunan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat.

Selanjutnya, harus mendasari perencanaan data yang akurat menjadi dasar penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPD) dan alokasi Dana Desa.

Selain itu, data yang terkonsolidasi digunakan untuk mengukur pencapaian target pembangunan berkelanjutan di tingkat desa.

Kemudian, melalui data yang akurat, pemerintah dapat mendorong percepatan pencapaian target-target SDGs Desa.

Terlepas dari itu, dengan adanya konsolidasi SDGs ini maka program pembangunan dapat dirancang secara lebih tepat sasaran dan berdampak positif bagi peningkatan kualitas hidup warga.

“Pada dasarnya kita ingin memperkuat tata kelola pembangunan desa yang berbasis data akurat, partisipatif, dan berkelanjutan,”pungkasnya. (Kris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *