Breaking News! Warga Ciptodadi Sukakarya Diterkam Beruang, Korban Alami Luka Serius

MUSI RAWAS, SUKAKARYA509 Dilihat

Berita Silampari

MUSI RAWAS- Seorang warga Dusun Kertayasa, Desa Ciptodadi I, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas (Mura), Provinsi Sumatera Selatan, nyaris kehilangan nyawa setelah diserang seekor beruang liar saat beraktivitas di kebun karet miliknya, Minggu (17/5/2026) pagi.

Peristiwa itu terjadi Sekitar Pukul 11.00 Wib dan berlangsung secara tiba-tiba. Korban yang diketahui bernama Junaidi saat itu tengah menyadap karet di kebunnya. Tanpa disadari, seekor beruang menyerangnya membabi buta.

Warga di sekitar kebun yang mendengar teriakan melihat korban sudah terkapar dan segera memberikan pertolongan. Korban kemudian dievakuasi dan dilarikan ke Puskesmas Ciptodadi sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD dr Sobirin untuk mendapatkan penanganan medis.

Kepala Desa (Kades) Ciptodadi I Kecamatan Sukakarya, Edi Wahyudi, mengatakan korban mengalami luka cukup serius, terutama di bagian kepala, kaki dan tangan atau bahu sebelah kiri. Luka tersebut diduga kuat akibat cakaran atau gigitan hewan buas beruang.

“Korban diserang saat sedang menyadap karet. Lukanya cukup parah,”kata Edi Wahyudi kepada wartawan beritasilampari.com.

Menurut dia, saat ini warga sangat resah. Sebab, kejadian ini bukan kali pertama melainkan sudah berulang. Sehingga, berharap BKSDA dapat segera menangkap atau mengamankan beruang tersebut, karena Desa Ciptodadi merupakan kawasan perkebunan yang setiap hari dipenuhi aktivitas baik petani sawit maupun karet.

Hingga berita ini diturunkan, jenis beruang yang menyerang korban belum dapat dipastikan. Namun, lokasi kebun yang tidak jauh dari permukiman warga memicu kekhawatiran akan potensi serangan susulan.

Insiden ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya para petani dan pekerja kebun di wilayah Ciptodadi, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap satwa liar yang diduga keluar dari habitat alaminya. Warga berharap ada langkah cepat dan terukur dari pihak berwenang guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari. (Kris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *