Berita Silampari
MUSI RAWAS- Dugaan penipuan agen travel umroh kembali mencuat dan viral di media sosial. Kali ini, tudingan tersebut ditujukan kepada Umi Travel Lubuklinggau yang beralamat di Jalan Ceremeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, setelah sebuah video pengakuan diunggah akun Facebook Endi Semeteh, Sabtu 21 Februari 2026, sekitar pukul 21.00 WIB.
Hanya dalam waktu dua jam, unggahan tersebut langsung menyita perhatian publik. Postingan itu meraih lebih dari 4 ribu tanda suka dan lebih dari 300 komentar, serta dibagikan berulang kali oleh warganet.
Korban Dijanjikan Berangkat ke Jeddah
Dalam video tersebut, Endi Semeteh mengungkapkan bahwa korban bernama A Rivai, warga Desa Semeteh, Kabupaten Musi Rawas, diduga menjadi korban penipuan perjalanan umroh.
Korban awalnya dijanjikan akan berangkat ke Jeddah melalui Palembang pada 4 Februari 2026. Namun kenyataannya, rombongan hanya diberangkatkan hingga Jakarta.
Tak hanya itu, rombongan yang berjumlah 20 orang disebut terlantar di Jakarta selama 15 hari. Dari jumlah tersebut, hanya 12 orang yang akhirnya diberangkatkan umroh, itu pun melalui travel lain, setelah melakukan setoran kedua sebesar Rp70 juta untuk dua orang.
“Jadi nyetor lagi untuk ke 2 kali,” tegasnya.
Sementara itu, nenek A Rivai bersama istrinya tidak dapat melanjutkan perjalanan karena tidak memiliki dana tambahan, sehingga terpaksa kembali ke kampung halamannya Semeteh.
Tabungan dari Uang Seribu Dua Ribu
Dalam video yang beredar, Endi Semeteh menegaskan bahwa neneknya berangkat umroh bukan karena memiliki kelebihan harta. Ia disebut menabung bertahun-tahun sedikit demi sedikit, dari uang seribu hingga dua ribu rupiah demi bisa menunaikan ibadah ke Tanah Suci.
“Bukan karena banyak uang, tapi karena niat dan tabungan dari seribu dua ribu,” ungkapnya dalam video tersebut.
Kisah itu pun menyentuh hati warganet, yang ramai-ramai memberikan dukungan serta meminta agar persoalan ini segera ditindaklanjuti.
Minta Bantuan Pemerintah
Endi Semeteh dalam video itu juga meminta bantuan kepada Pemerintah Kota Lubuklinggau, tempat agen travel tersebut beroperasi, serta Pemerintah Kabupaten Musi Rawas karena korban merupakan warganya.
Ia berharap pemerintah dapat memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut dan memberikan perlindungan hukum kepada para korban.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk menyebarluaskan video tersebut agar tidak ada lagi calon jamaah yang menjadi korban dugaan penipuan serupa.
Sementara itu, owner Umi Travel, Yentrian Ujang mengakui kalau keberangkatan jamaah atas nama A Rivai, warga Desa Semeteh Kabupaten Mura tinggal menunggu keluar. Karena, pihak travel nya tidak pakai visa kilat karena tidak ada biaya pengurusan yang cepat.
“Jadi kami nunggu di sistem dan sudah di entri,”akunya. (Kris)






