Pembagian Hasil Kebun Plasma Tak Sesuai, Warga Semangus Seruduk ke PT CLBB

Berita Silampari

MUSI RAWAS- Puluhan masyarakat Desa Semangus Lama, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas (Mura), melakukan aksi damai di Kebun Plasma sawit PT CLBB, Sabtu (2/3/2024).

Pantauan wartawan media ini di lapangan, tampak puluhan masyarakat yang memiliki lahan plasma pada PT CLBB ini menuntut hasil panen yang mereka terima tidak maksimal.

Koordinator aksi sekaligus Wakil Ketua Koperasi Plasma, Darto mengatakan bahwa PT CLBB menggarap lahan untuk perkebunan sawit di Desa Semangus Lama sudah berdiri sejak tahun 2014 lalu. Namun, pada akhir 2023 PT CLBB melakukan pergantian manajemen, dikarenakan telah dilakukan take over dari induk perusahaan Ciputra Grup kepada KGS Grup.

“Inilah awal terjadi permasalahan ini. Sebelumnya, saat perusahaan ini masih dibawah naungan Ciputra grup tidak terjadi permasalahan apapun,”kata Darto.

Dikatakannya, sebelum dilakukan aksi damai, pihaknya sudan beberapa kali melakukan mediasi dengan pihak manajemen perusahaan. Namun belum menemukan mufakat serta pihak perusahaan belum juga mengabulkan keinginan masyarakat pemilik plasma.

Ia menambahkan, bahwa untuk perkebunan kelapa sawit PT CLBB dibagi menjadi tiga afdeeling diantaranya Afdeling A, B dan C. Dimana, manajemen lama memberikan afdeeling C sebagai dasar pinjam perhitungan penghasilan petani plasma yang merupakan lahan inti termasuk afdeeling B. Sedangkan afdeeling A sebagai floating lahan plasma belum maksimal karena ada sisip pokok sawit setara 130ha. Akan tetapi, manajemen perusahaan yang baru ini memaksakan afdeeling A sebagai perhitungan hasil plasma.

“Nah, inilah pemicu utama dilakukan aksi damai hari ini. Karena masyarakat pemilik plasma juga ditambah keberatan dengan kondisi perkebunan di afdeeling A yang tidak terawat dan tanam tumbuh perkebunannya juga kurang,”bebernya.

Oleh karena itu, pada bulan ini hasil yang diberikan oleh perusahaan kepada pemilik plasma tidak lagi maksimal seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Inilah tuntutan utama kami. Kami minta PT CLBB segera mengabulkan, karena ini menyangkut masalah perut. Karena dari hasil plasma ini untuk makan bukan untuk kaya,”cetusnya.

Terlihat di lapangan, perwakilan PT CLBB yang dikomandoi Manajer Lapangan, Hepi Setiawan menemui massa aksi damai. Saat massa aksi damai sedang beradu argumen dengan Manajer Lapangan PT CLBB, Koordinator aksi menerima pesan whatsapps dari Manager legal PT CLBB, Petrus Silambela yang isinya bahwa pihak perusahaan memenuhi keinginan masyarakat pemilik plasma, yakni segera akan mentransfer kembali hasil panen setara dengan hasil panen sebelumnya, hanya saja itu akan dijadikan dana talangan dari perusahaan paling lambat minggu depan yakni 8 Maret mendatang. Akan tetapi, untuk afdeeling lahan A dari sebelumnya C sebagai lahan plasma belum ada kesepakatan. kendati begitu massa aksi dengan tertib membubarkan diri. (Kris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *