Jenazah Warga Sungai Pinang Ditemukan di Kepahiang Diautopsi, Korban Lahirkan Bayi Perempuan

MUSI RAWAS37 Dilihat

Berita Silampari 

MUSI RAWAS- Jenazah Sopiah (22), warga Desa Sungai Pinang, Kabupaten Musi Rawas (Mura) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang ditemukan di Kota Kepahiang Provinsi Bengkulu diautopsi.

Korban Sopiah yang sebelumnya dilaporkan hilang ke Polsek Muara Lakitan Senin 9 Maret 2026 karena tidak pulang sejak Kamis, 5 Maret 2026.

Jenazah korban ditemukan di tumpukan sampah pada Selasa, 10 Maret 2026 oleh warga yang melintas dan dilaporkan ke Polres Kepahiang Polda Bengkulu.

Informasi dihimpun di lapangan, pada saat penanganan jenazah korban di rumah sakit, ditemukan bayi berjenis kelamin perempuan terselip di pakaian dalam.

Saat itu kondisi ari-ari masih menempel atau baru dilahirkan dan sudah meninggal dunia.

Salah seorang keluarga korban Elvis Prisli kepada LINGGAUPOS.CO.ID membenarkan jenazah Sopiah dilakukan otopsi di rumah sakit Bengkulu.

Proses autopsi langsung dikawal Ketua DPRD Musi Rawas Firdaus Cik Olah bersama pemerintah desa Sungai Pinang dan pihak keluarga.

Mengenai dugaan korban Sopiah meninggal dalam kondisi hamil, pengacara kondang itu mengaku juga mendapat informasi tersebut.

Sebelumnya Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda, melalui Kasat Reskrim Iptu Bintang Yudha Gama, menjelaskan usai menerima laporan kejadian, pihaknya mengambil langkah cepat untuk mengungkap identitas korban serta penyebab kematian korban.

Selain itu tim dokter di RSUD Kepahiang juga melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan segala detail terkait kondisi korban sebelum meninggal.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan jenazah yang ditemukan sedang hamil.

Diketahui Sopiah dilaporkan hilang oleh kakaknya bernama Dedi ke Polsek Muara Lakitan pada Senin, 9 Maret 2026 sekira pukul 20.00 Wib.

Dalam laporannya, Dedi menjelaskan adiknya Sopiah pergi dari rumah sejak Kamis 5 Maret 2026 dan hingga Senin, 9 Maret 2026 belum ada kabar.

Saat meninggalkan rumah, Sopiah mengenakan pakaian kaos warna ungu celana panjang hitam. Korban juga membawa 1 unit HP namun setelah beberapa hari tidak bisa dihubungi.

Dedi dalam keterangannya kepada polisi tidak mengetahui apa motif adiknya pergi meninggalkan rumah karena selama ini tidak ada permasalahan. (Kris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *