Berita Silampari
MUSI RAWAS- Masyarakat Kabupaten Musi Rawas (Mura) patut berbangga memiliki sebuah masjid yang kini menjelma sebagai objek destinasi wisata religi di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Masjid yang dibangun setelah Mura memisahkan diri dari Lubuklinggau ini, dari tahun ke tahun terus dipercantik secara bertahap, sehingga menjadikannya Masjid yang termegah dan terbesar di Mura.
Selain menjadi ikon baru Mura, Masjid Agung Darussalam ini juga berfungsi sebagai tempat ibadah utama, pusat kegiatan keagamaan, sekaligus rest area bagi masyarakat dalam perjalanan di Jalan Lintas Sumatera.
Masjid yang pernah mencatat sejarah di rekor MURI karena pernah menelurkan generasi hatam Alqur’an terbanyak ini terbilang unik dan elegan dari segi arsitektur, didominasi warna hijau yang indah dan asri, serta dikelilingi tanaman hias.
Masjid yang dibangun seluas 1 hektar dengan areal pekarangan seluas 5 hektar ini mampu menampung 5.000 jamaah, terletak di kawasan strategis yakni di pinggir jalan lintas, Agropolitan Center komplek perkantoran Pemkab Mura Muara Beliti.
Berangkat dari berbagai potensi ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura ingin menjadikan Masjid Agung Darussalam ini sebagai ikon Kabupaten Mura dan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pariwisata dan ekonomi lokal.
Untuk itulah, Masjid Agung Mura Darussalam yang juga dijadikan sebagai tempat latihan manasik haji untuk anak-anak TK/PAUD se Kabupaten Mura ini terus dipercantik meskipun secara bertahap diantaranya membenahi ornamen bagian dalam masjid,.perbaikan kubah dan pemasangan sound sistem, serta mengecat masjid supaya tampak lebih indah lagi.
Selain itu, pencahayaan masjid atau kubah diperbagus, jika dilihat pada malam hari sangat terasa bedanya. Ditambah lagi warna tembaga yang mewarnai masjid tersebut.
Kepala Dinas PU CK Musi Rawas H Oktaviano, mengatakan Pemkab Mura menginginkan Masjid Darusalam ini sebagai ikon baru Mura. Dimana, saat ini sound sistem dan ornamen bagian dalam Masjid sudah bagus dan dilanjutkan rehab bagian luar seperti penataan parkir, pagar serta taman.
“Tahun sebelumnya memang sudah bagus, tapi masih terkesan kurang menarik karena belum terlihat sebagai ikon Kabupaten Mura,”kata Okta, Selasa (6/1/2026).
Kemudian, pada pelataran Masjid ini akan dibuat sarana untuk pengunjung, dan tempat istirahat yang nyaman bagi masyarakat dalam perjalanan. Termasuk, dijadikan juga tempat wisata dan kegiatan anak-anak remaja.
“Kalau anak-anak ada kegiatan, bisa dilaksanakan di masjid tempat berkumpul dan beribadah,”terangnya.
Jika masjidnya menarik, masyarakat yang melintas langsung tertarik untuk mampir dan istirahat sembari ibadah.
“Ini merupakan program Bupati Mura untuk menjadikan masjid agung Mura Darussalam sebagai ikonnya Kabupaten Mura,”jelasnya.
Terlepas dari itu, masjid ini dibuat semirip mungkin dengan masjid yang ada di Madinah. Walaupun tidak sama tapi dibuat semirip mungkin. Sedangkan, fasilitas yang disiapkan di masjid ini, selain rest area dan food court, juga disiapkan kamar mandi serta area parkir luas untuk berbagai jenis kendaraan dan tempat istirahat yang nyaman dan sejuk.(Kris)






