Berita Silampari
MUSI RAWAS- Keberhasilan Bupati Kabupaten Musi Rawas (Mura) Hj Ratna Machmud untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Bumi Lan Serasan Sekentenan patut diacungi jempol. Sebab, berkat Hj Ratna Machmud RS dr Sobirin Pangeran Amin bisa dibangun di Muara Beliti dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat semakin prima dan maksimal.

Kepala Dinas Pengerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang (DPUCK-TR) Kabupaten Musi Rawas (Mura), H Oktaviano mengatakan bahwa pembangunan RS dr Sobirin di Muara Beliti diatas lahan 3,5 hektar dimulai pada tahun 2021 setelah Hj Ratna Machmud dilantik menjadi Bupati. Dimana, program pertamanya ialah membangun RS di Muara Beliti karena kita tahu RS dr Sobirin selama ini ada di Kota Lubuk Linggau dan jauh dari jangkauan masyarakat Kabupaten Mura. Sehingga, dengan dibangunnya RS Sobirin di Muara Beliti maka layanan kesehatan terhadap masyarakat dapat lebih terjaga dan prima.
“Nah untuk tahun 2021 sampai 2024 RS Sobirin baru bisa beroperasi dan alhamdulillah baru beroperasi berapa bulan datanglah Presiden RI Joko Widodo dan Bupati mengajukan profosal bangunan 6 lantai,”kata Okta.
Dikatakannya, pada saat ini RS ini masih tipe C dan harapannya dengan dibangunnya gedung 6 lantai tahun maka RS Sobirin bisa naik menjadi tipe B. Karena syarat tipe B itu apabila sudah tersedia 200 bad atau tempat tidur dan insya allah bisa tercapai agar bisa menjadi RS rujukan Kabupaten/ Kota yang ada di sekitaran Mura.
Kemudian, dengan dibangunnya RS Sobirin di Muara Beliti tentu disamping pelayanan kesehatan bagi masyarakat lebih dekat dan terpenting juga disisi pendidikan juga berdampak. Karena dengan begitu Universitas Musi Rawas (Universitas) atau Universitas lainnya mendirikan fakultas kedokteran sebagai persyaratannya.
“Untuk dampak lainnya bagi masyarakat kita bisa lihat sejak RS ini berdiri ekonomi masyarakat sekitar juga bisa tumbuh dan tidak bidang kesehatan saja,”timpalnya.
Menurutnya, untuk saat ini RS Sobirin sudah ada gedung atau rawat inap (Irna) 5 Lantai, IGD, Radiologi, Helmadolisa, Gedung Laboratorium, Unit Gizi, CSSD, Radiologi, Laundry, Rehab Medik, IPLSS. Kemudian, untuk saat ini juga sedang dibangun 6 lantai yakni untuk lantai 1 ruangan ICU, lantai 2 bedah sentral dan lantai 3 hingga 6 untuk rawat inap guna melengkapi 200 bad dengan memanfaatkan anggaran dari pusat melalui intruksi presiden (Inpres).
Hanya saja, untuk pembangunan gedung 6 lantai ini tidak mudah karena setelah usulan Bupati tercatat di Kementrian Keuangan dan PU ada pergantian Presiden maka hilang usulannya. Sehingga, ketika pada saat Bupati mengikuti retreat di Magelang maka Bupati kembali menyampaikan ke Kementrian PU usulan pembangunan RS dan mendapat sambutan dan pihak Balai langsung menghubungi DPUCK Mura untuk melanjutkan pembangunan gedung 6 lantai dan langsung keluar Permen PU nya tentang alokasi anggarannya. Bahkan, tahun ini juga mendapatkan bantuan melalui DAK untuk pembangunan tambahan RS yakni pagar keliling, mushola dan instalasi pendukung lainnya.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Mura, Hj Ratna Machmud mengakui pada periode pertama ia menjadi Bupati mempelajari terlebih dahulu Kabupaten Mura pemerintahannya bagaimana dan apa saja infrastruktur yang sudah dibangun. Karena sebagai kepala daerah tentu ia berkewajiban memberi pelayanan kepada masyarakat dan ia juga mendapatkan bahwa tidak ada RS umum di Muara Beliti ini yang memadai sebagai Ibu Kota Kabupaten Mura.
Kembali ia menceritakan sejak saat itu ia bertekad ingin membangun Kabupaten Mura memberi pelayanan umum kepada masyarakat. Jadi dengan membuat perencanaan dan mendapat bantuan dari Provinsi serta APBN maka terbangunnya RS Sobirin di Mura. Namun, kendati begitu ia mendapat kendala untuk memindahkan RS Sobirin dari Kota Lubuklinggau ke Muara Beliti karena beberapa izin harus dibuat mulai dari kapitasi hingga aturan-aturan RS untuk relokasi ke Muara Beliti.
“Tantangan saat itu cukup berat. Karena untuk memindahkan RS itu pertama yakni paramedisnya dan ada beberapa penolakan dari paramedis untuk pindah ke Muara Beliti dengan beberapa alasan yakni jarak yang jauh, tidak ada pasien serta operasionalnya. Tapi saya tetap bersiteguh bahwa pegawai negeri Kabupaten Mura harus melayani masyarakat Mura,”bener istri dari H Riza Novianto Gustam ini.
Ia menambahkan, setelah pindah ke Muara Beliti memang betul ada 120 kamar dan tidak pernah kosong. Bahkan, kalau satu ranjang kosong maka keluar pasien pulang maka dua sudah mengantri untuk rawat inap. Sehingga, dengan kondisi seperti itu akhirnya RS ini tadi pesat sekali berkembangnya dan juga memiliki alat yang lengkap dan dokter-dokter spesialis yang sudah berpengalaman dan paramedis yang cukup. Namun, kendati begitu ia tetap meras sedih karena tidak bisa melayani dengan maksimal karena terkendala kamar dan ruangan.
Hanya saja, kendati begitu seiring dengan berjalannya waktu ia bersyukur karena pada saat Presiden RI Joko Widodo hadir kunjungan maka ia mengajukan pembangunan 100 kamar lagi dan saat ini sedang mulai pembangunannya. Sehingga, mudah-mudahan selesai pembangunannya maka bisa melayani diatas 200 pasien perhari menginap. Sehingga, dengan begitu ia juga menginginkan status RS Sobirin menuju ke tipe B.
Selain itu, ia juga sering mendengar dan sering mengecek kerumah sakit dan menanyakan ke pasien satu persatu tidak terlewati bagaimana berobat di RS Sobirin Muara Beliti ini dan pembayarannya bagaimana. Namun, dijawab para pasien 100 persen mengakui gratis karena kita sudah mendapat UHC. Bahkan, tidak hanya dari warga Mura saja namun ada pasien dari Curup Kabupaten Rejang Lebong, Empat Lawang dan Rupit Kabupaten Muratara berobat ke RS Sobirin di Mura tidak bayar dan pelayanannya hingga gedung dan ruangannya yang baru dan cukup bagus serta bertarap nasional.
Terlepas dari itu, ia bertekad menjadi Ibu Kota Kabupaten berkembang pesat. Sebab, sewaktu ia datang ke Muara Beliti dimana namanya Dusun Baru padahal disini adalah Ibu Kota Kabupaten Mura. Sehingga, Dusun Baru ini kita jadikan Kota Baru karena ia masuk ke Muara Beliti tidak ada RS, tidak ada Rumah Dinas dan sarana prasarana pelayanan umum untuk masyarakat.
Oleh karena itu, dengan kondisi ini maka membangun RS, Rumah Dinas dan Gedung Serba Guna. Karena disini Ibu Kota kendati kondisi keuangan yang terbatas dan harus berjuang dengan menyampaikan kepada Gubernur bagaimana bisa menggunakan anggaran dana dari Provinsi kendati tidak mencukupi namun ditambah dari Kementrian melalui Inpres. Sehingga, kedepan untuk pasien dari daerah yang terdekat tidak harus rujuk ke RS di Provinsi karena di Mura sudah ada RS Sobirin di Ibu Kotanya Muara Beliti cukup lengkap alatnya dan juga cukup paramedisnya, dokter spesialisnya dengan ruangan bertarap nasional.
Sedangkan, salah satu keluarga pasien yang sedang rawat inap di RS Sobirin, Endah warga Marga Mulya Kota Lubuk Linggau mengucapkan terima kasih kepada Bupati Hj Ratna Machmud karena telah memberikan pelayanan yang baik di RS Sobirin Muara Beliti bahkan lebih bagus dan memuaskan dari sebelumnya ketika RS Sobirin di Kota Lubuk Linggau.
Senada disampaikan keluarga pasien lainnya yakni Saliyem warga Desa Sumber Sari Kecamatan Terawas Kabupaten Mura juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Hj Ratna Machmud dan pihak RS Sobirin yang sudah melayani dengan baik. Padahal, sebelumnya kepesertaan BPJS keluarganya sebagai pasien non aktif atau mati. Namun, setelah dirujuk ke Sobirin masih bisa diurus dengan berobat cukup menggunakan KTP saja. Sehingga, mudah-mudahan masyarakat berobat di RS Sobirin bisa dilayani dengan baik dan tidak dibeda-bedakan.
Sedangkan, salah satu pedagang di lingkungan RS Sobirin, Surmiati menyambut baik dengan dibangunnya RS Sobirin di Muara Beliti. Sebab, dengan begitu ia bisa mengais rezeki untuk berjualan karena hampir setiap hari pengunjungnya serta pasiennya selalu ramai dan ia pun berjualan bisa selalu ramai. (Kris)






