Antisipasi Krisis Air Bersih, Pemdes Yudha Karya Bakti Bangun Sumur Bor

Berita Silampari 

MUSI RAWAS- Pemerintah Desa (Pemdes) Yudha Karya Bakti, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas (Mura) melaksanakan titik nol program pembangunan pemberdayaan masyarakat Desa berupa sumur bor, Senin (15/12/2025). Diharapkan dengan dibangunnya sumur bor ini dapat memenuhi kebutuhan air bersih warga terutama di musim kemarau.

Pj Kades Yudha Karya Bakti Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Mura, Novi Dwi Rahayu (tiga dari sebelah kanan) bersama Sekcam Sukakarya, Abdul Fahmi, PD, PLD, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa melaksanakan titik nol pembangunan sumur bor.

 

 

Titik nol dikomandoi Penjabat (Pj) Kepala Kades Yudha Karya Bakti, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Mura, Novi Dwi Rahayu, disaksikan Sekcam Sukakarya, Abdul Fahmi, Pendamping Desa (PD), Pendamping Lokal Desa (PLD), Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa.

Penjabat (Pj) Kepala Kades Yudha Karya Bakti, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Mura, Novi Dwi Rahayu bahwa melalui anggaran DD tahap 2 tahun 2025 pihaknya melakukan titik nol untuk pembangunan infrastruktur Desa.

Dikatakannya, adapun pembangunan fasilitas Desa yakni sumur bor sebanyak 2 unit. Dimana, pembangunan fasilitas ini bukan serta merta dilakukan begitu saja. Melainkan, sudah menjadi usulan warga dalam pelaksanaan Musyawarah Dusun (Musdus) dan Musyawarah Desa (Musdes).

Menurutnya, pembangunan sumur bor sebagai solusi penyediaan air bersih untuk mengantisipasi kelangkaan mendapatkan air bersih pada saat musim kemarau. Pembangunan ini merupakan upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat untuk keperluan sehari-hari dan meningkatkan kualitas hidup.

Selain itu, sumur bor menjadi sumber air bersih yang lebih andal dibandingkan sumur gali. Sehingga, dapat membantu masyarakat yang mengalami kesulitan akses air bersih, terutama saat musim kemarau.

Ia juga menambahkan, adanya sumur bor agar air bersih tersedia dan mendukung kebutuhan rumah tangga, sanitasi, pertanian, dan kegiatan ekonomi lainnya.

Terlepas dari itu, dalam pelaksanaan pembangunan sumur bor melibatkan partisipasi aktif masyarakat, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan dan pengelolaan, untuk meningkatkan rasa kepemilikan dan optimalisasi pemanfaatan. (Kris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *